PADANG PANJANG, Ketikan.com — Jarak ribuan kilometer dan perbedaan batas negara tidak lagi menjadi penghalang bagi pencari ilmu, Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang kembali membuktikan posisinya sebagai lembaga pendidikan Islam yang melampaui batas wilayah, saat menerima kedatangan rombongan istimewa dari Thailand pada Selasa (30/06/2026).
Sebanyak 14 orang tamu yang terdiri dari 10 wali santri beserta empat orang anak mereka tiba dengan penuh harapan dan keyakinan. Mereka meninggalkan tanah kelahiran di Negeri Gajah Putih untuk menitipkan masa depan putra-putrinya di pesantren yang telah lama dikenal sebagai pusat tamaddun Islam di Sumatera Barat.
Kedatangan rombongan itu disambut hangat oleh Mudir Pesantren, Dr. Derliana, MA, bersama jajaran pimpinan. Di Ruang Eksekutif yang sederhana namun sarat makna, suasana segera berubah menjadi hangat dan penuh kekeluargaan seolah tidak ada jarak yang memisahkan dua bangsa yang berbeda itu.
“Selamat datang di Pesantren Kauman. Kehadiran Bapak, Ibu, dan anak-anak sekalian adalah kehormatan sekaligus berkah besar bagi kami,” ujar Dr. Derliana membuka sambutan dengan nada tulus.
Menurutnya, perjuangan untuk menuntut ilmu tanpa mengenal jarak dan batas wilayah ini merupakan bukti kesungguhan santri dan orang tua yang dapat kita teladani.
“Menyerahkan putra-putri untuk menuntut ilmu hingga melintasi batas negara bukanlah keputusan yang ringan. Namun ini adalah langkah perjuangan yang mulia, membuktikan bahwa ilmu dan iman tidak mengenal batas wilayah.” imbuh Derliana.
Ia menegaskan bahwa pendidikan di Kauman tidak hanya berhenti pada hafalan atau teori semata.
“Di sini, anak-anak akan belajar ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum secara seimbang. Lebih dari itu, kami akan membentuk mereka menjadi kader ulama dan pemimpin masa depan yang berakhlak mulia, memiliki wawasan luas, serta mampu membawa manfaat bagi banyak orang. Kami berjanji menjaga amanah ini sebaik mungkin, menciptakan lingkungan yang membuat mereka merasa seperti di rumah sendiri,” tegasnya.
Sementara itu, Bagi Ahmad Saleh, yang mewakili seluruh wali santri asal Thailand, perjalanan panjang ini adalah jawaban atas pencarian yang telah dilakukan selama ini. Wajahnya tampak tenang namun tergambar haru saat menyampaikan perasaannya.
“Kami bersyukur luar biasa atas sambutan yang begitu hangat dan tulus ini. Kami datang dari jauh membawa harapan yang besar,” katanya.
Ia menilai pesantren Kauman Padang Panjang memiliki reputasi dan kualitas
“Setelah melihat reputasi, kualitas pendidikan, dan kedisiplinan yang dimiliki Pesantren Kauman, kami yakin inilah tempat terbaik untuk menitipkan anak-anak kami” kata Ahmad Saleh.
Pada kesempatan tersebut dilakukan penyerahan anak didik dari orang tua kepada pesantren
“Hari ini kami serahkan mereka sepenuhnya agar dididik, dibimbing, dan ditempa menjadi generasi yang bermanfaat tidak hanya bagi Thailand atau Indonesia, tetapi bagi umat di seluruh dunia. Mohon doa dan bimbingan agar mereka betah dan sukses menuntut ilmu di sini.” pesannya
Pertemuan itu berlanjut dalam sesi dialog yang akrab, berbagai hal dibahas secara mendalam mulai dari sistem kurikulum, jadwal kegiatan, cara penyesuaian diri dengan lingkungan dan budaya baru, hingga dukungan yang akan diberikan agar para santri dari luar negeri dapat beradaptasi dengan baik.
Sesi ramah tamah dan foto bersama menutup rangkaian kunjungan itu. Namun makna dari pertemuan ini jauh lebih dari sekadar acara penyambutan biasa.
Kehadiran santri dan keluarga dari Thailand menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai ilmu, persaudaraan, dan kepercayaan yang dibangun Pesantren Kauman telah menjangkau kancah internasional.
Kini, bersama dengan santri dari berbagai daerah di Indonesia dan negara lain, para santri baru asal Thailand akan melangkah menempuh perjalanan ilmu.
Mereka tidak hanya membawa nama baik bangsa masing-masing, tetapi juga memperkuat jembatan persahabatan antarnegara, mewujudkan visi Pesantren Kauman: mencetak generasi yang berilmu, berkarakter, dan benar-benar berwawasan global. (Dion).
