SAMPANG, Ketikan.com – Petronas Carigali North Madura II Limited menargetkan Lapangan Hidayah di perairan utara Kabupaten Sampang mulai berproduksi pada kuartal pertama 2027 dengan kapasitas sekitar 18 ribu barel minyak per hari.
Target tersebut disampaikan dalam sosialisasi kegiatan pre-lay survey, instalasi Central Processing Platform (CPP) dan Floating Storage and Offloading (FSO), serta pengeboran Sumur Hidayah yang digelar di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sampang, Rabu (24/6/2026).
Senior Manager Petroleum Arrangement and Business Development Petronas Carigali, Windy B. Juwita, mengatakan proyek Lapangan Hidayah merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.
“Mudah-mudahan jika pengeboran di akhir tahun ini berjalan lancar, tahun depan kita sudah bisa memproduksi sekitar 18.000 barel minyak per hari. Kontribusi ini sangat penting bagi ketahanan energi nasional,” ujarnya.

Menurut Windy, Lapangan Hidayah yang berlokasi sekitar tujuh kilometer dari garis pantai menjadikan Kabupaten Sampang sebagai salah satu daerah strategis penghasil minyak dan gas bumi di Jawa Timur.
Ia menambahkan, masa produksi Lapangan Hidayah diperkirakan berlangsung lebih dari 10 tahun sehingga diperlukan kolaborasi yang kuat antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Selain itu, Petronas juga mengapresiasi iklim investasi di Jawa Timur, khususnya Kabupaten Sampang, yang dinilai kondusif bagi pengembangan industri hulu migas.
Sementara itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Anggono, menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan Lapangan Hidayah sangat bergantung pada komunikasi yang terbuka dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.
“Kami berharap keberadaan industri migas di Sampang mampu membuka peluang usaha bagi masyarakat lokal, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi pembangunan daerah,” katanya.
Wakil Bupati Sampang, H. Ahmad Mahfudz, berharap eksplorasi migas di wilayah Pantai Utara (Pantura) Sampang mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah.
“Kami berharap keberadaan eksplorasi migas di Pantai Utara semakin memberikan dampak positif bagi pembangunan Kabupaten Sampang, khususnya bagi masyarakat di wilayah pesisir utara,” tegasnya.
Sosialisasi tersebut dihadiri Danlanal Batuporon, perwakilan SKK Migas Jabanusa, Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang, kepala OPD, Forkopimcam Ketapang, Sokobanah, dan Banyuates, serta tokoh masyarakat dan perwakilan nelayan.
