News
Beranda » Berita » Progres Revitalisasi Aloon-Aloon Tulungagung Capai 20 Persen, DLH Siapkan Perubahan Nama

Progres Revitalisasi Aloon-Aloon Tulungagung Capai 20 Persen, DLH Siapkan Perubahan Nama

Kepala DLH Kabupaten Tulungagung, Anang Pratistianto (Foto. Aditya/Ketikan.com)

TULUNGAGUNG, Ketikan.com — Revitalisasi Taman Aloon-Aloon Tulungagung terus berproses.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tulungagung mentarget proses perbaikan dan penambahan wahana bisa rampung pada awal Desember mendatang.

Kepala DLH Kabupaten Tulungagung, Anang Pratistianto menerangkan, proses pengerjaan fisik mulai dilaksanakan pada awal bulan ini.

Adapun progres pengerjaan saat ini sudah menyentuh angka 20 persen. Nantinya akan dilakukan sejumlah perbaikan-penambahan sarana maupun wahana di sisi utara taman yang berada di Jalan RA Kartini ini.

“Progresnya sampai sekarang kira-kira 20 sekitar 20 persen. Itu kan untuk (dibangun wahana) permainan anak-anak sama fitness center. Itu masih kita buat pondasinya. Dasar pondasinya itu kan nanti ada rumput sintetis di sana,” katanya.

SKK Migas-KEI Bantu 10 Sepeda Rombong untuk Penjual Kue di Pagerungan Kecil

Ia menambahkan, pemkab mengucurkan anggaran sekitar Rp 350 juta untuk proyek fisik yang ditarget selesai pada awal Desember ini. Nominal itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Meski presentase di pekan-pekan awal pengerjaan proyek terbilang cukup minim, Anang mengeklaim bahwa pembangunan pondasi, sistem drainase, dan sejumlah pengerjaan fisik lain cukup menyita waktu.

Tapi, nantinya proses pemasangan sarana dan wahana pelengkap akan lebih cepat. Itu sebabnya Anang optimis proyek ini akan selesai tepat waktu.

“Itu yang 20 persen itu yang landasannya saja. Nanti yang lainnya langsung beli jadi. Tinggal pasang nanti, itu. Yang lama merabatnya itu, karena harus (membuat) drainase dan sebagainya,” imbuhnya.

Lalu, juga ada wacana memgganti nama Taman Aloon-Aloon untuk diubah kembali menjadi Taman Kusuma Wicitra.

MUI Sebut Klaim Imam Mahdi di Bangkalan Ajaran Sesat, Ini Penjelasan

Menanggapi hal itu, Anang mengaku bahwa ada sejumlah pertimbangan. Salah satunya adalah soal pemilihan istilah Taman Kusuma Wicitra akan lebih sesuai dengan kondisi eksisting saat ini.

“Nah, kalau Kusuma Wicitra kan tempat berkunjung, bunga, dan sebagainya. Memang taman,” ujarnya.

Tapi, perubahan nama ini tampaknya baru akan direalisasi pada 2028 mendatang. Pasalnya, Pemkab Tulungagung masih perlu mengkaji lebih lanjut atas rencana ini.

Hal ini juga berkaitan dengan rencana membangun instalasi diorama sebagai salah satu sarana edukasi bagi masyarakat Bumi Ngrowo.

“Nggih, nanti ada penambahan beberapa item di sana. Mungkin di sana nanti sebuah diorama. Nah, diorama itu nanti yang menggambarkan bahwa itu bahwa memang Taman Kusuma Wicitra nantinya,” sebutnya. (Jurnalis/Aditya)

100 Peserta Ramaikan Couple Yoga di MYZE Hotel Sumenep