TULUNGAGUNG, Ketikan.com – Ruang kelas SDN 1 Babadan, Kecamatan Karangrejo, Tulungagung, yang ambruk pada Juni lalu dipastikan akan diperbaiki tahun ini. Itu setelah pemkab dipastikan akan menerima kucuran APBN dengan nilai sekitar Rp 1,4 miliar.
Kabid Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Disdik Kabupaten Tulungagung, Dwi Teguh Prasetya menerangkan, saat ini pembangunan ruang kelas SDN 1 Babadan sedang berlangsung. Total anggaran perbaikan mencapai Rp 1,4 miliar yang bersumber dari APBN.
“Ini sedang proses pembangunan. Total anggaran Rp1,4 miliar dari APBN,” akunya.
Tidak hanya dua ruang kelas yang ambruk, sejumlah ruang kelas lain, termasuk ruang guru juga masuk dalam daftar gedung yang akan diperbaiki.
“Tidak hanya ruang kelas yang ambruk, tapi anggaran perbaikan digunakan untuk revitalisasi hampir seluruh ruang kelas dan ruang guru,” sebutnya.
Selama proses pembangunan, proses belajar-mengajar dialihkan ke perpustakaan dan musala. Beberapa waktu lalu pihak sekolah juga tidak mengajukan bantuan untuk tenda BPBD untuk tempat pembelajaran sementara.
“Tidak menggunakan tenda darurat BPBD. Siswa sementara belajar di perpustakaan dan musala,” kata Teguh.
Disinggung soal perbaikan ruang kelas SDN 3 Wonorejo, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung, Teguh mengungkapkan bahwa rencana itu akan diusulkan pada 2027 mendatang. Sedangkan untuk usulan anggaran perbaikan masih dalam tahap pembahasan.
“Sebenarnya yang ambruk itu bukan ruang kelas tapi rumah dinas, tapi difungsikan sebagai kelas. Untuk perbaikan akan kami usulkan tahun depan,” bebernya.
Sembari menanti realisasi perbaikan, saat ini sebagian siswa SDN 3 Wonorejo harus belajar di tenda darurat BPBD Tulungagung untuk sementara waktu.
“Untuk perbaikan SDN 3 Wonorejo akan kami usulkan pada APBD 2027,” jelasnya. (dit)
