Kesehatan
Beranda » Berita » Korban Dugaan Keracunan MBG SMKN 1 Boyolangu Tulungagung Naik Jadi 198 Orang

Korban Dugaan Keracunan MBG SMKN 1 Boyolangu Tulungagung Naik Jadi 198 Orang

Kabid P2P Dinkes Kabupaten Tulungagung, dr Aris Setiawan (Foto. Aditya/Ketikan.com)

TULUNGAGUNG, Ketikan.com — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung terus memantau perkembangan dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 1 Boyolangu di pekan lalu.

Usai dilakukan survei epidemilogi (SE), dipastikan jumlah korban terdampak meningkat cukup siginifikan dari jumlah awal.

Kabid P2P Dinkes Kabupaten Tulungagung, dr. Aris Setiawan, mengungkapkan, mulanya puluhan siswa SMKN 1 Boyolangu dilaporkan mengalami gangguan kesehatan berupa diare pada Rabu (16/9) malam hingga Kamis (17/9) pagi.

Menerima laporan tersebut, Dinkes bersama sejumlah jajaran terkait segera terjun ke lokasi untuk melakukan sejumlah langkah.

Laporan awal, sekitar 98 orang mengalami atau bergejala gangguan kesehatan. Lalu, jumlah itu meningkat menjadi 198 orang usai dilakukan survei oleh Dinkes.

SKK Migas-KEI Bantu 10 Sepeda Rombong untuk Penjual Kue di Pagerungan Kecil

“Dari sana kita bisa dapatkan dari responden yang sudah mengisi dan sesuai dengan ketentuan yang mengalami keluhan dalam artian muntah dan juga diare. Dengan definisi diare yaitu berak cair lebih dari tiga kali,” papar Aris, Senin (21/9).

Aris mengatakan, saat ini pihaknya masih menanti hasil uji lab. Diperkirakan hasil uji lab akan muncul dua pekan setelah dilakukan pengujian pada Kamis lalu.

Nantinya, hasil uji lab di BBLK Surabaya akan dipadukan dengan hasil SE yang sudah dilaksanakan oleh Dinkes Kabupaten Tulungagung.

“Kemungkinan nanti akan kita dapatkan dari sana. Kemudian kita padukan dengan hasil survei epidemiologi yang kita dapat,” akunya.

Disinggung soal monitoring bagi korban terdampak, Aris mengungkapkan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan pascakejadian. Hal ini dilakukan guna memastikan tak ada efek atau gejala lain yang muncul.

MUI Sebut Klaim Imam Mahdi di Bangkalan Ajaran Sesat, Ini Penjelasan

“Namun demikian, kita tetap terus memantau baik itu lewat sekolahan, kemudian kawan-kawan nanti pelayanan di Puskesmas, apabila masih ada efek ataupun gejala lain yang muncul pascakejadian yang kemarin,” ujarnya. (Jurnalis/Aditya)