BANGKALAN, Ketikan.com — Perkembangan teknologi kian membuka peluang bagi para pendidik untuk menghadirkan metode pembelajaran yang kreatif dan relevan dengan dunia anak. Memanfaatkan momentum tersebut, tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar pelatihan pemanfaatan Artificial Intelligenbe (AI) bagi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kecamatan Tanjung Bumi.
Program ini dirancang khusus untuk mendorong gerakan pelestarian batik khas Tanjung Bumi melalui proses konstruksi sosial di tingkat PAUD. Kegiatan ini turut didampingi langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Alfan Biroli, S.Pd., M.Si., guna memastikan materi pelatihan tetap selaras dengan fokus utama pengabdian.
Pelaksanaan pelatihan berlangsung dalam tiga gelombang (batch) di PAUD Hidayatullah, yakni pada 13 September, 20 September, dan berakhir pada 4 Oktober 2026. Sejumlah lembaga pendidikan anak usia dini yang terlibat sebagai mitra antara lain KB Anak Cemerlang, KB Pelangi Bunda, PAUD Hidayatullah, dan PAUD Nirwana.
Koordinator Pelaksana KKNT UTM, Mohammad Ridwan Ridloi, menjelaskan bahwa pelatihan tidak hanya berfokus pada pemahaman teori, tetapi juga praktik langsung pembuatan media ajar digital berbasis AI.
“Kami berharap para guru mendapatkan keterampilan baru yang membantu mereka mengikuti perkembangan teknologi. AI dapat menjadi alat bantu untuk membuat media pembelajaran batik yang jauh lebih menarik bagi anak-anak,” ujar Ridwan.
Selama pelatihan, para peserta diajak mengeksplorasi pembuatan visual dan materi pembelajaran interaktif yang disesuaikan dengan kebutuhan anak usia dini. Pendekatan ini mendapat respon positif dari para pendidik lokal.
Darul Hikmah, salah satu guru PAUD Hidayatullah, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKNT UTM tersebut. Menurutnya, pemanfaatan AI memberikan pengalaman baru yang sangat membantu efektivitas mengajar di kelas.
“Pemanfaatan teknologi AI sangat membantu saya untuk menyusun bahan ajar yang lebih kreatif dan menyenangkan. Harapannya, materi yang dihasilkan bisa membuat anak-anak tidak cepat bosan sekaligus lebih mengenal budaya batik sejak dini,” tutur Darul.
Melalui sinergi antara teknologi modern dan kearifan lokal ini, tim KKNT UTM berharap para guru PAUD di Tanjung Bumi dapat terus berinovasi dalam mengemas edukasi budaya secara visual dan interaktif bagi generasi muda.
