TULUNGAGUNG, Ketikan.com — Razia dan tes urin digelar di Lapas Kelas IIB Tulungagung pada Rabu (23/9) pagi. Puluhan warga binaan dan blok sel dalam lapas disasar dalam agenda yang juga melibatkan unsur Badan Narkotika Nasional (BNN) dan TNI/Polri ini.
Kalapas Kelas IIB Tulungagung, Muhammad Kurnia, mengatakan, yang disasar oleh tim gabungan dalam agenda razia blok warga binaan adalah barang-barang terlarang. Di antaranya, botol kaca, gunting, buku komik, hingga kawat.
“Barang-barang tajam tentu nanti akan disita, dan barang-barang yang punya potensi menjadi barang larangan pun juga kami sita,” jelasnya.
Disinggung soal asal barang terlarang bisa masuk ke kamar warga binaan, Kurnia mengungkapkan bahwa secara reguler para warga binaan juga mengikuti program kemandirian. Diperkirakan ada beberapa barang dari program tersebut yang terselip di antara warga binaan.
“Ini kegiatan di lapas ini ada kegiatan kemandirian. Jadi kemungkinan terselip sampai terbawa ke dalam kamar, dan ini tentu jadi bahan evaluasi bagi kami,” tegasnya.
Guna meminimalkan risiko penyelundupan dan penggunaan narkoba di lingkungan lapas, tim sejumlah warga binaan juga diminta mengikuti tes urin. Hasilnya, seluruh sampel urin warga binaan dinyatakan negatif.
“Ada lebih kurang sekitar 20-an warga binaan yang dites urine secara random. Dan sudah dilaksanakan, ada juga warga binaan perempuan sebanyak enam orang, dan hasilnya negatif,” kata Kurnia.
Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas perintah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Yaitu, untuk mengoptimalisasi kegiatan bersih-bersih di lapas maupun rutan di seluruh wilayah Republik Indonesia.
Sementara itu, Kepala BNNK Tulungagung, Wasbeka Abie Yuwono, menambahkan, dalam pelaksanaan petugas BNN memilih 25 warga binaan untuk melakukan tes urine. Alasannya, petugas BNN memiliki pengalaman untuk mengidentifikasi adanya indikasi orang yang menggunakan narkoba.
“Jadi bukan dari pihak Lapas yang memilih warga binaan untuk tes urine, tapi dari petugas BNN. Tadi kami juga mengambil beberapa warga binaan dari blok narkoba,” akunya.
Ada tujuh parameter tes urine yang dilakukan oleh petugas. Hasilnya, dari 25 warga binaan yang menjalani tes urine, semua dinyatakan negatif narkoba.
“Kami juga sudah bekerjasama dengan Lapas untuk melakukan rehabilitasi narkoba untuk warga binaan,” pungkasnya. (Jurnalis/Aditya)
