JAKARTA, Ketikan.com – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya.
Pernyataan itu mendapat respons positif dari Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira.
Andreas menilai pernyataan AHY sejalan dengan prinsip dasar demokrasi yang menempatkan rakyat sebagai pemegang kekuasaan.
“Apa yang dijelaskan Pak AHY, ya memang prinsip-prinsip dasar dalam negara demokrasi seperti itu, bahwa kekuasaan berada di tangan rakyat, bukan di tangan seseorang,” kata Andreas, dikutip Senin (7/9/2026).
Menurutnya, kekuasaan yang berpusat pada satu orang dapat mengarah pada absolutisme.
Ia mencontohkan pemerintahan Raja Prancis Louis XIV yang pernah menerapkan sistem tersebut.
“Itu menjadi pemicu lahirnya perlawanan kaum borjuis yang kemudian terjadi Revolusi Perancis (1789-1799),” ujarnya.
Sebelumnya, AHY mengatakan pengalaman Partai Demokrat yang pernah berada di pemerintahan maupun oposisi menjadi pelajaran penting tentang demokrasi.
“Demokrasi harus kita jaga dalam keadaan apa pun. Hakikatnya, pemilu adalah milik rakyat. Jangan dihalang-halangi hak rakyat untuk memilih dan untuk dipilih,” kata AHY.
AHY juga menyinggung 10 tahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang berakhir melalui pergantian kekuasaan secara damai dan demokratis.
“Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu,” tegasnya.
