Kesehatan
Beranda » Berita » Belum Genap Setahun, Kasus Stroke di Pamekasan Sudah 809

Belum Genap Setahun, Kasus Stroke di Pamekasan Sudah 809

Ilustrasi orang stroke (Dok. Persada Hospital)

PAMEKASAN, Ketikan.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Jawa Timur, mencatat 809 kasus stroke hingga September 2026.

Jumlah tersebut mendekati total kasus sepanjang 2025 yang mencapai 849 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pamekasan, Erlina, mengatakan data tersebut dihimpun dari rumah sakit, puskesmas, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

“Jumlah kasus 2026 sudah mencapai sekitar 95,3 persen dari total tahun sebelumnya, belum dapat disimpulkan terjadi peningkatan ataupun penurunan. Sebab, periode pencatatan berbeda dan data tahun ini masih dapat bertambah,” kata Erlina, dikutip dari Koran Madura, Rabu (21/10/2026).

Menurut Erlina, data tersebut belum cukup untuk menyimpulkan adanya kenaikan atau penurunan kasus stroke karena pencatatan tahun 2026 baru berlangsung hingga September, sedangkan data 2025 mencakup satu tahun penuh.

SKK Migas-KEI Bantu 10 Sepeda Rombong untuk Penjual Kue di Pagerungan Kecil

Dinkes Pamekasan juga belum merinci sebaran kasus berdasarkan kelompok usia dan kecamatan, serta jumlah pasien yang meninggal dunia, mengalami kelumpuhan, atau membutuhkan perawatan jangka panjang.

Erlina menjelaskan, stroke dapat menyerang berbagai kelompok usia, termasuk usia produktif. Risiko stroke dapat meningkat jika seseorang memiliki faktor pemicu yang tidak terdeteksi atau tidak terkendali.

“Hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, penyakit jantung, obesitas, dan kebiasaan merokok merupakan sejumlah faktor yang perlu diwaspadai,” ujarnya.

Untuk mengurangi risiko tersebut, masyarakat diimbau memeriksakan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol secara berkala, meskipun tidak merasakan keluhan. Sebab, hipertensi dan diabetes kerap tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.

Dinkes Pamekasan juga mendorong penguatan program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) melalui skrining kesehatan, edukasi pola hidup sehat, dan pemantauan pengobatan.

MUI Sebut Klaim Imam Mahdi di Bangkalan Ajaran Sesat, Ini Penjelasan

Langkah tersebut ditujukan untuk mendeteksi faktor risiko sejak dini dan mencegah komplikasi akibat stroke.