Pendidikan
Beranda » Berita » UTM Ditunjuk Kemendiktisaintek Jadi Penyelenggara Pelatihan Kompetensi Dosen

UTM Ditunjuk Kemendiktisaintek Jadi Penyelenggara Pelatihan Kompetensi Dosen

Kampus UTM dilihat dari udara (Dok. UTM)

BANGKALAN, Ketikan.com – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) ditunjuk Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI sebagai penyelenggara pelatihan pengembangan kompetensi profesional dosen.

Penunjukan tersebut tertuang dalam Keputusan Mendiktisaintek Nomor 114/B/KPT/2026 yang menetapkan UTM sebagai salah satu dari 74 perguruan tinggi penyelenggara pelatihan.

Rektor UTM Prof. Safi mengatakan penunjukan itu menjadi peluang bagi kampusnya untuk memperkuat pengembangan kompetensi dosen, khususnya di Pulau Madura.

“Ini sesuai dengan Keputusan Mendiktisaintek Nomor: 114/B/KPT/2026 yang kami terima,” kata Safi dalam keterangannya, dikutip Rabu (14/10/2026).

Melalui penunjukan tersebut, UTM dipercaya menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan pedagogik dan didaktik tenaga pendidik, terutama dosen pemula di perguruan tinggi.

SKK Migas-KEI Bantu 10 Sepeda Rombong untuk Penjual Kue di Pagerungan Kecil

Menurut Safi, program itu tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan UTM, tetapi juga membuka akses pengembangan profesional bagi dosen dari perguruan tinggi lain, termasuk perguruan tinggi swasta di Madura.

“Dengan ditunjuk sebagai penyelenggara pelatihan, UTM tidak hanya berkesempatan meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan kampus sendiri, tetapi juga membuka akses pengembangan profesional bagi dosen dari berbagai perguruan tinggi, termasuk perguruan tinggi swasta di Madura,” ujarnya.

Ia menilai kepercayaan tersebut menjadi amanah bagi UTM untuk turut meningkatkan mutu pendidikan tinggi dan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan.

“Kami berharap hal ini tidak hanya memperkuat kompetensi dosen di lingkungan UTM, tetapi juga memberikan manfaat bagi dosen dari berbagai perguruan tinggi di Madura pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya,” katanya.

MUI Sebut Klaim Imam Mahdi di Bangkalan Ajaran Sesat, Ini Penjelasan