News
Beranda » Berita » Irman Gusman Kunjungi Posko Bencana Arosuka, Bahas Percepatan Pemulihan Pascagalodo Solok

Irman Gusman Kunjungi Posko Bencana Arosuka, Bahas Percepatan Pemulihan Pascagalodo Solok

Irman Gusman Kunjungi Posko Bencana Arosuka, Bahas Percepatan Pemulihan Pascagalodo Solok (Dok. Istimewa)

KABUPATEN SOLOK, Ketikan.com — Pemerintah Kabupaten Solok menerima kunjungan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) asal Sumatera Barat, Irman Gusman, di Posko Utama Bencana Banjir Bandang Arosuka, Jumat (9/10/2026).

Kunjungan ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya memperkuat sinergi dalam penanganan dan pemulihan bencana galodo yang melanda Kabupaten Solok.

Turut hadir dalam kegiatan Bupati Solok, Jon Firman Pandu, Asisten II Setda Kabupaten Solok Jefrizal, para kepala OPD, serta Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PW Muhammadiyah Sumatera Barat, Portito.

Bupati Jon Firman Pandu menyampaikan bahwa bencana banjir bandang yang melanda Arosuka terjadi setelah kemarau panjang diikuti hujan dengan intensitas tinggi, berdampak signifikan pada permukiman dan kawasan perkantoran.

Ia menyampaikan kemajuan penanganan darurat, ada sekitar 95 persen rumah warga terdampak telah dibersihkan dari lumpur, disertai pemulihan aliran listrik dan penyaluran kebutuhan dasar masyarakat. Dukungan berupa alat berat, ekskavator, truk, dan kebutuhan operasional terus berjalan berkat sinergi pemerintah pusat, provinsi, daerah, dan berbagai pihak terkait.

SKK Migas-KEI Bantu 10 Sepeda Rombong untuk Penjual Kue di Pagerungan Kecil

“Tahap berikutnya yang menjadi prioritas adalah rehabilitasi dan rekonstruksi: penanganan rumah warga yang rusak, pemulihan kawasan perkantoran, serta pengembalian pelayanan publik secara maksimal. Dukungan dan sinergi semua pihak masih sangat kami butuhkan agar pemulihan berjalan terencana dan berkelanjutan,” ujar Bupati Jon.

Sementara itu, Irman Gusman menyampaikan keprihatinan dan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak.

Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan, mitigasi, dan sistem penanganan bencana yang terkoordinasi mengingat posisi Indonesia di Cincin Api Pasifik. Kejelasan kewenangan, ketersediaan sumber daya, serta ketepatan penyaluran bantuan menjadi kunci efektivitas penanganan di lapangan.

“Bencana di Solok ini harus menjadi momentum evaluasi. Masukan dari pemerintah daerah, tenaga ahli, dan pemangku kepentingan perlu kita bahas bersama untuk memperbaiki sistem kesiapsiagaan ke depan,” ujar Irman.

Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan penanganan dampak perubahan iklim sebagai upaya mengurangi risiko bencana di masa mendatang.

MUI Sebut Klaim Imam Mahdi di Bangkalan Ajaran Sesat, Ini Penjelasan

Kunjungan ini memperkuat komunikasi dan koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Solok, perwakilan daerah di tingkat nasional, dan unsur kebencanaan.

Pemkab Solok berharap dukungan berlanjut, terutama dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat, penanganan rumah rusak, pemulihan infrastruktur, serta percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi kawasan terdampak. (Dion).