SUMENEP, Ketikan.com – Sebanyak 165 proposal inovasi didaftarkan dalam ajang Anugerah Inovasi Daerah (AID) Kabupaten Sumenep 2026 yang digelar Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Sumenep.
Dari jumlah tersebut, 60 proposal berasal dari perangkat daerah, 71 proposal dari puskesmas, dan 34 proposal dari masyarakat.
Kepala BRIDA Sumenep Siswahyudi Bintoro mengatakan AID digelar untuk mendorong munculnya inovasi yang dapat menjawab persoalan di daerah dan memberi manfaat bagi masyarakat.
“Yang ingin kita bangun melalui AID ini bukan sekadar kompetisi, tetapi bagaimana inovasi menjadi budaya dalam memberikan pelayanan dan menyelesaikan berbagai persoalan di daerah,” ujar Bintoro dalam keterangannya, Kamis (01/10).
Menurutnya, gagasan yang muncul dari ajang tersebut diharapkan tidak berhenti pada perlombaan, tetapi dapat terus dikembangkan dan diterapkan.
“Semakin banyak inovasi, semakin banyak pula solusi yang bisa diberikan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan Sumenep,” imbuhnya.
Sebagai informasi, AID 2026 mencakup tiga kategori peserta, yakni perangkat daerah, puskesmas, dan masyarakat. Jenis inovasi yang diajukan dapat berupa inovasi digital maupun non-digital.
Adapun bentuk inovasi yang dilombakan meliputi tata kelola pemerintahan daerah, pelayanan publik, serta bidang lain sesuai urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah.
AID 2026 mengusung tema “Transformasi Pelayanan, Produktivitas Daerah, dan Pembangunan Berkelanjutan.”
Puncak AID 2026 dijadwalkan berlangsung pada 22 Oktober 2026, dengan pemenang nantinya akan mendapatkan penghargaan dan hadiah pembinaan dengan total Rp85 juta.
