TULUNGAGUNG, Ketikan.com — Menindaklanjuti laporan kekeringan yang terjadi di sejumlah desa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung mengintensifkan penyaluran bantuan air bersih.
Pagi ini (12/10) lima unit truk tangki diberangkatkan ke berbagai wilayah terdampak.
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengungkapkan bahwa masing-masing truk tangki berkapasitas 5.000 liter. Maka, total ada sebanyak 25.000 liter bantuan air bersih yang disalurkan hari ini.
“Sasarannya warga kita yang membutuhkan air bersih yaitu. Di Kecamatan Pucanglaban, Kalidawir, Tanggunggunung, Sendang, dan Pagerwojo,” jelasnya.
Hasil pantauan oleh pemkab, wilayah yang mengalami kekeringan memang tidak mengalami perluasan. Tapi, kondisi kekeringan yang terus berlangsung memaksa warga terus melakukan pengajuan bantuan air bersih ke pemkab.
“Kalau meluasnya sih di daerah situ-situ saja, tidak meluas. Cuman setiap hari dia membutuhkan air bersih. Masyarakat ada yang berinisiatif sendiri dan kita juga memberikan bantuan,” akunya.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung, total ada 14 desa di delapan kecamatan yang tahun ini terdampak kekeringan.
Rinciannya, Desa Joho dan Desa Rejosari di Kecamatan Kalidawir. Desa Besuki dan Desa Keboireng di Kecamatan Besuki. Desa Kalidawe di Kecamatan Pucanglaban. Desa Kresikan dan Pakisrejo di Kecamatan Tanggunggunung.
Lalu, Desa Gamping di Kecamatan Campurdarat. Desa Sebalor dan Desa Sukoharjo di Kecamatan Bandung. Desa Picisan dan Desa Nglutung di Kecamatan Sendang. Desa Pagerwojo dan Desa Mulyosari di Kecamatan Pagerwojo.
“Mungkin kekeringan ini karena musim kemarau nya agak panjang, informasi dari BMKG. Jadi kita akan selalu siap untuk pengiriman air bersih kepada beberapa desa yang sudah dinyatakan kekeringan dan bekerja sama dengan Basarnas dan lembaga yang lain,” ujar Kalaksa BPBD Kabupaten Tulungagung, Acmad Mugiyono.
Menurut laki-laki yang karib disapa Mamad ini, Kecamatan Kalidawir dan Besuki jadi wilayah dengan tingkat kondisi terdampak kekeringan paling parah. Lalu,
Hingga 9 Oktober lalu, total ada sekitar 1.907 kepala keluarga (KK) dan 5.144 jiwa yang terdampak kekeringan. Jumlah itu berpotensi meningkat, mengingat kondisi kekeringan terus berlangsung hingga awal pekan ini.
Itu sebabnya pemkab juga berupaya menggandeng pihak swasta dalam upaya pengadaan maupun penyaluran bantuan air. Tapi, pemkab perlu melakukan kajian lebih lanjut sebelum memastikan bentuk bantuan.
“Juga ada beberapa swasta yang sudah menghubungi kami. Tapi nanti kita lihat menggandeng dalam rangka kerja sama bidang apa. Nanti juga saya pelajari dulu, tapi mereka menawarkan untuk kegiatan pengiriman air bersih,” terangnya. (Jurnalis/Aditya)
